Perawatan Rambut Wanita Berhijab

Setelah memutuskan untuk berhijab, bukan berarti lantas mengabaikan perawatan rambut. Perawatan rambut harus terus dilakukan untuk membuat rambut tetap sehat atau meminimalisir masalah pada rambut yang dapat membuat tidak nyaman. Perawatan rambut untuk wanita berhijab sedikit lebih spesial ketimbang yang tidak berhijab. Sejatinya, rambut yang sering tertutup cenderung rentan terjadi berbagai masalah rambut seperti lepek, ketombe, patah, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, berikut perawatan rambut yang bisa dilakukan Anda sebagai wanita berhijab:

Keramas di sore hari/keringkan sebelum pakai hijab     

Keramas, perawatan dasar untuk membuat rambut tidak berminyak & berketombe. Akan tetapi, sebaiknya tidak sembarang melakukan keramas. Sebaiknya keramas di sore hari karena Anda minim bahkan tidak memiliki aktivitas di luar ruangan sehingga Anda tidak perlu mengikat rambut dalam kondisi masih basah (rambut bisa diuraikan agar kering dengan sendirinya). Tidak bisa keramas di sore hari karena alasan dingin atau ngantuk saat kerja atau belajar? Kalau begitu bisa keramas di pagi hari. Dengan catatan, pastikan rambut benar-benar kering sebelum memakai hijab. Manfaatkan kipas angin, handuk tebal, atau sikat yang menggunakan bulu microfiber bukan hair dryer agar rambut tidak kering, bercabang, & mudah rontok. Tujuannya adalah agar rambut lembab karena diikat dalam kondisi basah  yang mana dapat memicu ketombe & bau tidak sedap dapat dihindari.

Kalau ingin menggunakan kondisioner pasca keramas, pastikan tidak menyentuh kulit kepala ya 😀 Kalau terjadi, kulit kepala yang sejatinya memproduksi minyak ditambah minyak yang terkandung dalam kondisioner akan makin memicu ketombe.

Ikat rambut tidak terlalu kuat   

Sebagian wanita umumnya sangat tertarik memiliki rambut panjang, tak terkecuali bagi wanita berhijab. Selain terlihat lebih feminim, rambut yang panjang pun akan membuat wajah terkesan tirus. Hanya saja, bagi wanita berhijab tentu harus dapat mengikat rambut panjangnya agar tidak terlihat karena termasuk aurat yang tidak boleh diperlihatkan bukan muhrim. Dalam mengikat rambut, wanita berhijab tidak dianjurkan terlalu kuat meski dengan alasan takut lepas. Ikatan yang terlalu kuat akan menarik rambut dari akarnya sehingga rentan rontok. Lebih dari itu, ikatan rambut yang terlalu kuat akan membuat kepala menjadi pusing. Jika demikian, konsentrasi kerja atau belajar jadi terganggu, bukan? Sebaiknya gunakan pengikat berukuran besar & lembut untuk membuat ikatan rambut tidak terlalu kencang.

Pakai hijab dengan bahan mudah menyerap keringat   

Menggunakan hijab dari pagi hingga sore hari membuat rambut menjadi lebih mudah berkeringat, apalagi banyak menghabiskan waktu di luar ruangan. Atas alasan ini, patut untuk memakai hijab dengan bahan mudah menyerap keringat. Jika bahan hijab yang digunakan justru panas/tidak mudah menyerap keringat, tentu saja akan memicu ketombe, membuat rambut lepek, bau apek, dan lain sebagainya karena keringat. Selain memilih bahan hijab dari katun, rayon, sutra, dll, pastikan menggunakan model hijab yang tidak terlalu bertumpuk karena membuat rambut kesulitan “bernafas”.

Semoga tips-tips di atas dapat membuat Anda memiliki rambut yang sehat meski berhijab. By the way, perawatan-perawatan rambut berikut pun bisa Anda pertimbangkan: memotong ujung rambut setiap 6 bulan sekali untuk mencegah rambut bercabang, menggunakan masker lidah buaya agar rambut lebih tebal, memakai masker teh hijau untuk mempercepat pertumbuhan rambut, atau masker biji pepaya yang telah disangrai & dicampur minyak kelapa untuk menghitamkan rambut.