Usir Ketombe Membandel dengan 3 Cara Ini

Ketombe disebabnya oleh penggunaan alat kecantikan rambut yang secara berlebihan dan pemakaian shampo yang kurang tepat. Selain itu, munculnya ketombe juga dapat dipicu oleh kandungan minyak yang berlebih sehingga pertumbuhan jamur bisa berkembang biak secara maksimum. Itulah sebabnya makanan berminyak harus dikurangi agar tidak terjadi masalah pada kulit kepala terutama ketombe. Masalah ketombe kera kali dianggap enteng oleh sebagian besar orang. Padahal, ketombe bisa menimbulkan masalah yang cukup besar, tidak hanya membuat kulit kepala gatal dan menggangu penampilan tetapi juga menjadikan rambut rontok. Secara umum, ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalah tersebut, di antaranya:

Memanfaatkan tumbuhan herbal

Tumbuhan herbal khasiatnya memang baru dapat dilihat dalam waktu yang lambat dan perlu kesabaran yang tinggi dalam mengaplikasinnya karena lumayan repot. Meski demikian, tumbuhan herbal aman digunakan. Adapun tumbuhan herbal yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi masalah ketombe yang mudah ditemukan tiga di antaranya adalah jeruk lemon, lidah buaya, dan baking soda.

  • Lemon

Lemon yang mengandung ekstrak asam sehingga sangat efektif untuk memecah dan mengurangi pertumbuhan jamur di kulit kepala. Baunya yang harum dan rasanya yang segar membuat tumbuhan herbal ini banyak dipilih untuk mengatasi masalah tersebut. Gunakan buah lemon yang masih segar, kemudian peras hingga airnya habis. Perasan jeruk lemon bisa langsung ke kulit kepala bisa juga dengan menggunakan mangkok kecil. Diamkan selama beberapa menit, setelah meresap ke kulit kepala bisa dibilas dengan air bersih. Perawatan ini baiknya dilakukan minimal 2 kali dalam seminggu untuk mendapat hasil yang maksimal.

  • Lidah buaya

Tanaman herbal lidah buaya juga dikenal sangat ampuh untuk mengatasi masalah rambut, tidak hanya rambut berketombe tetapi juga bercabang, rontok, kering, dan kasar. Lidah buaya mampu menambah nutrisi untuk kulit kepala sehingga frekuensi minyak yang meningkat bisa teratasi. Ambil tanaman lidah buaya yang sedang (tidak terlalu muda dan tua), peras dan ambil gel nya. Lumatkan pada kulit kepala, pijat dengan lembut. Setelah itu baru bila dengan air bersih.

  • Baking soda

Baking soda atau soda kue yang biasa digunakan untuk membuat cake ternyata juga dapat dimanfaatkan untuk perawatan kecantikan rambut. Benarkah? Yup, baking soda dapat menghambat proses perkembangan jamur sehingga bisa menetralisir ancaman ketombe. Siapkan 1 sendok makan baking soda dengan 1 cangkir air, campurkan jadi satu kemudian aduk hingga kedua bahan tersebut benar-benar bercampur menjadi satu. Aplikasikan masker ini sebagai pengganti shampo atau juga sebelum menggunakan shampo.

Menggunakan produk kecantikan

Biasanya ketombe muncul karena salah pakai produk kecantikan seperti shampo dan kondisioner. Namun bukan berarti produk kecantikan akan memperparah masalah ini. Hanya saja perlu ketelitian dalam memilih produk yang tepat. Untuk mengatasi masalah ketombe dengan menggunakan produk kecantikan yang harus dipastikan adalah kemasan shampo dan kondisioner yang dipilih. Pastikan bahwa produk mengandung asam salisilat, ketokonazol, atau zinc pyrithione karena ketiga kandungan tersebut berfungsi untuk mengatasi masalah ketombe. Selain itu, pastikan pula produk kecantikan yang dipilih memiliki izin edar dari badan POM supaya aman digunakan.

Melakukan perawatan ke klinik kecantikan

Solusi lain yang lebih efektif dari kedua cara di atas adalah melakukan perawatan ke klinik kecantikan. Cara ini memang tergolong menjanjikan karena ditangani oleh ahlinya. Akan tetapi, mahalnya biaya perawatan kecantikan di klinik tentunya harus dianggarkan dengan baik supaya keuangan tetap sehat. Untuk biaya perawatan kecantikan umumnya tergantung dari kebijakan pihak klinik, kurang lebih sekitar 300 ribu rupiah per satu kali perawatan.

Tiga cara di atas memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Seperti memanfaatkan tumbuhan herbal, biayanya mudah tapi butuh waktu lama dan cukup repot untuk mengaplikasikannya. Menggunakan produk kecantikan, simple tapi harus jeli memilih produk yang tepat. Begitu juga dengan melakaukan perawatan ke klinik kecantikan, tarifnya mahal tapi perawatannya menjanjikan karena dibantu oleh dokter spesialis. Untuk memilih cara yang tepat, ada baiknya pakai cara yang pertama, bila hasilnya sama sekali tidak memuaskan tidak ada salahnya melakukan cara yang ketiga dengan membuat anggaran secara matang tentunya.

Ketahui Ini sebelum Tanam Benang untuk Mengencangkan Wajah

Pertambahan usia bukan satu-satunya pemicu penurunan kekencangan & elastisitas kulit, melainkan dipengaruhi oleh faktor lain seperti stres, kehilangan berat badan yang signifikan, paparan sinar UV, dsa. Ini yang mengakibatkan wajah terlihat “boros” padahal usia masih terbilang muda. Untuk mengencangkan wajah, belakangan sedang booming dengan metode thread lift atau Tanam Benang di wajah yang sebetulnya sudah populer di Korea sejak tahun 2002 lalu. Tak ketinggalan, para selebriti juga melakukan perawatan kecantikan ini untuk menunjang penampilan sebut saja pedangdut Dewi Persik, musisi Maia Estianty, dkk.

Sekilas, tanam benang merupakan metode perawatan kecantikan dengan menanamkan benang jenis PDO (polydioxanone) yang bisa diserap oleh kulit dengan sebelumnya menyuntikkan obat bius lokal. Benang ini akan merangsang produksi kolagen sehingga masalah kecantikan wajah seperti kulit mengendur bisa diatasi. Treatment ini bisa dibilang tidak murah, bahkan bisa mencapai 15 juta Rupiah. Sayangnya, hasil dari tanam benang hanya bertahan 1 – 2 tahun saja. Artinya, harus tanam benang lagi untuk menjaga kekencangan & elastisitas kulit. Tertarik untuk mengencangkan wajah dengan tanam benang? Ketahui ini sebelumnya:

Syarat

Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum treatment tanam benang di antaranya:

  • Menghindari vitamin E. Vitamin E memang berkhasiat bagi kulit, jantung, kesuburan, dsb, tapi hindari suplemen, makanan, & minuman yang mengandung vitamin E sejak 1 – 2 minggu sebelum treatment tanam benang. Vitamin E dapat bertindak sebagai pengencer darah sehingga memicu terjadinya pendarahan yang cukup lama.
  • Menangani jerawat. Jangan tanam benang ketika berjerawat terlebih dalam kondisi yang kronis. Sebaiknya tangani jerawat terlebih dahulu baik dengan menggunakan bahan alami, obat jerawat, maupun pengobatan modern sebelum treatment. Prosedur tanam benang ditakutkan malah akan memperparah jerawat atau memperburuk kondisi kulit.

Treatment ini tidak dianjurkan bagi yang tengah mengandung dan mengidap penyakit diabetes yang dapat memperlambat bahkan memperparah bekas luka.

Pantangan

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus memaksimalkan hasil tanam benang, ikuti pantangan-pantangan berikut:

  • Tidak membasuh wajah dengan air hangat. Pastikan tidak membasuh wajah pasca treatment tanam benang dengan menggunakan air hangat. Hal ini akan membuat wajah menjadi biru-biru bahkan menimbulkan rasa sakit.
  • Tidak melakukan perawatan wajah. Perawatan wajah yang dalam prosedurnya ada pemijatan (facial, totok wajah, dll) serta memancarkan panas (laser, radiofrequency, dsb) sebaiknya tidak dilakukan minimal 1 bulan setelah treatment. Ditakutkan akan memperparah bekas luka.
  • Tidak menggunakan riasan wajah & berenang. Untuk menjaga kebersihan bekas luka, disarankan tidak menggunakan riasan wajah & berenang kurang lebih 3 hari pasca perawatan.
  • Tidak memaparkan wajah pada sinar matahari langsung. Sebisa mungkin menghindari wajah dari paparan sinar matahari langsung setelahnya. Hal ini lantaran panas dari sinar matahari akan membuat benang mudah larut sehingga khasiatnya kurang maksimal.
  • Tidak mengkonsumsi obat pengencer salah. Setelah perawatan pun penting untuk menjauhkan diri dari obat pengencer darah karena luka lebih mudah berdarah.

Efek samping & resiko

Adapun efek samping yang ditimbulkan pasca tanam benang yakni wajah biru-biru yang bisa disebabkan karena benang menyentuh pembuluh darah. Namun, efek samping ini bisa hilang setelah pemberian salep atau beberapa waktu ke depan. Benang menonjol keluar juga bisa menjadi efek sampingnya. Hal ini bisa dipicu lantaran pasien melakukan banyak pergerakan mulut sehingga membuat pergeseran benang. Namun, ini bisa kembali diperbaiki oleh dokter.

Perawatan ini juga menawarkan resiko jika tidak dilakukan oleh dokter yang tidak berkompeten berupa infeksi, pendarahan, bahkan hingga kerusakan saraf. Untuk itu, hati-hati saat memilih dokter untuk melakukan tanam benang. Pastikan telah berpengalaman, punya izin praktek yang legal, dan direkomendasi banyak orang. Untuk keamanan & menekan budget, Anda bisa lakukan cara lain dalam pengencangan kulit wajah yakni chemical peeling. Pasalnya, biaya chemical peeling hanya berkisar ratusan ribu rupiah.